Ribuan Tersangka Diciduk, Narkoba Masih Merajalela — Polda Riau Ungkap 1.066 Kasus hingga April 2026

Redaksi Media Bahri
0

Bahrinews.id | Nasional — Angka pengungkapan boleh tinggi, tapi satu pertanyaan tak bisa dihindari: mengapa narkoba masih begitu leluasa beredar?


Hingga akhir April 2026, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap 1.066 kasus dengan 1.471 tersangka. Di atas kertas ini terlihat sebagai prestasi. Namun di balik angka itu, tersimpan fakta yang lebih pahit—peredaran narkotika masih hidup, bahkan menunjukkan daya tahan yang mengkhawatirkan.


Direktur Narkoba Polda Riau, Putu Yuda Prawira, membeberkan bahwa aparat menyita 213,5 kilogram sabu hanya dalam empat bulan pertama 2026.


“Barang bukti yang berhasil disita sampai April 2026 mencapai 213,5 kilogram sabu,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).


Tak hanya sabu, aparat juga mengamankan ganja, ekstasi, Happy Five, heroin, ketamin, etomidate, hingga alprazolam—indikasi kuat bahwa jaringan yang bermain bukan kelas eceran, melainkan sistematis, terstruktur, dan lintas jalur.


Jika menoleh ke 2025, jumlahnya lebih mencengangkan: 2.506 kasus, 3.643 tersangka, dan 1,02 ton narkotika disita. Alih-alih menyusut, peredaran justru seperti tak kehabisan pasokan.


Pernyataan Putu Yuda Prawira bahwa angka tahun ini “masih berpotensi meningkat” justru menjadi alarm keras: apakah yang ditangkap hanya pemain lapangan, sementara aktor besar tetap aman di balik layar?


Realitas di lapangan menunjukkan pola berulang—penangkapan masif, barang bukti besar, namun jaringan tak kunjung lumpuh. Ini mengindikasikan adanya mata rantai yang belum terputus, bahkan mungkin dilindungi oleh celah sistem yang belum tersentuh.


Masalah utamanya bukan sekadar penindakan.
Selama bandar besar, jalur distribusi utama, dan kemungkinan keterlibatan oknum belum dibongkar tuntas, maka angka ribuan tersangka hanya akan menjadi statistik tahunan—bukan solusi.


Polda Riau memang bergerak. Tapi publik berhak menuntut lebih:
bukan hanya menangkap, melainkan menghancurkan sampai ke akar.


Red: Tim MS
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Hubungi Kami
Ok, Go it!