Usia 154 Tahun, Kota Binjai Masih Berkutat dengan Banjir dan Tata Kota Semrawut: Pemko Jangan Sibuk Seremoni, Rakyat Butuh Bukti!

Redaksi Media Bahri
0

Bahrinews.id | Binjai — Di tengah gegap gempita perayaan Hari Jadi Kota Binjai ke-154, Pemerintah Kota Binjai kembali menebar slogan manis bertajuk “Melangkah Maju Mewujudkan Harapan Menuju Binjai Sejahtera”. Namun di balik pidato penuh pujian dan seremoni elite di ruang paripurna DPRD, masyarakat justru dihadapkan pada kenyataan pahit: banjir masih menggenangi pemukiman, drainase rusak tak kunjung dibenahi, dan wajah kota dinilai masih jauh dari kata tertata.


Rapat Paripurna DPRD Kota Binjai yang digelar Minggu (17/5) itu dipenuhi pejabat dan tokoh penting. Wali Kota Binjai Amir Hamzah dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga persatuan dan gotong royong demi mewujudkan Binjai yang kompetitif dan bermartabat.


Namun publik menilai pidato seperti itu sudah terlalu sering diperdengarkan setiap tahun tanpa perubahan signifikan yang benar-benar dirasakan rakyat kecil. Warga kini bukan lagi butuh kalimat motivasi, melainkan tindakan nyata yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar kota.

Fakta paling telak justru datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung secara terang menyinggung perlunya pembenahan serius di Kota Binjai, khususnya terkait normalisasi sungai, pengendalian banjir, penataan drainase, hingga tata ruang kota.


Pernyataan itu dinilai sebagai kritik keras yang menampar wajah birokrasi Pemko Binjai. Sebab sangat ironis, di usia kota yang sudah mencapai 154 tahun, persoalan klasik seperti banjir dan semrawutnya tata kota masih menjadi pekerjaan rumah utama.


Masyarakat pun mempertanyakan ke mana arah pembangunan Kota Binjai selama ini. Anggaran terus berjalan setiap tahun, proyek terus berganti, namun persoalan yang dikeluhkan warga tetap itu-itu saja. Banyak pihak menilai Pemko lebih sibuk membangun citra dibanding membangun fondasi kota yang benar-benar kuat dan layak huni.

Tak sedikit warga menyebut perayaan Hari Jadi Kota Binjai kini terasa seperti panggung formalitas tahunan yang miskin evaluasi. Sebab realita di lapangan menunjukkan masih banyak kawasan yang minim perhatian, jalan lingkungan rusak, drainase tersumbat, hingga pelayanan publik yang dinilai belum maksimal.


Dalam sambutan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang dibacakan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Pemprov Sumut kembali menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Kota Binjai melalui penguatan infrastruktur strategis, konektivitas wilayah, dan pelayanan publik.

Sayangnya, dukungan provinsi tidak akan berarti besar jika Pemerintah Kota Binjai sendiri tidak mampu menunjukkan keberanian melakukan pembenahan total terhadap persoalan yang sudah bertahun-tahun menghantui masyarakat.


Rakyat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar seremoni penuh tepuk tangan dan pidato normatif. Sebab kesejahteraan tidak lahir dari slogan, tetapi dari keberanian pemerintah menyelesaikan persoalan rakyat secara konkret dan tanpa pencitraan.

Reporter: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Hubungi Kami
Ok, Go it!