CILEGON — bahrinews.id Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis melalui pengawasan langsung terhadap kesiapan dan standar operasional dapur pelayanan gizi di daerah. Dalam rangka memastikan program berjalan sesuai petunjuk teknis, Wakil Kepala III Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, Kuswanto, melakukan kunjungan kerja ke Dapur SPPG 008 Tegalratu di Link Meluar, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (23/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi lapangan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis yang kini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak.
Setibanya di lokasi pada sore hari, Kuswanto langsung meninjau berbagai fasilitas utama dapur, mulai dari area pengolahan makanan, ruang distribusi, sistem sanitasi, tempat pencucian perlengkapan makan, hingga mekanisme kebersihan dan tata kelola operasional harian. Dalam peninjauan itu, ia didampingi pemilik dapur, unsur mitra yayasan, serta perwakilan SPPG setempat.
Di hadapan awak media, Kuswanto menyebut Dapur SPPG 008 Tegalratu sebagai salah satu dapur yang dinilai memenuhi standar dan layak dijadikan contoh bagi dapur-dapur lainnya.
“Tujuan kami datang ke sini untuk memberikan pengarahan sesuai juknis yang berlaku. Dan Dapur SPPG 008 ini termasuk dapur yang baik serta menjadi kebanggaan,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas infrastruktur dan tata kelola dapur memiliki peran vital dalam menjaga mutu makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
Ia menilai, dapur yang dibangun sesuai standar tidak hanya menciptakan kenyamanan kerja bagi para petugas, tetapi juga menjamin kualitas higienitas makanan serta efektivitas pelayanan.
“Minimal dapur lain bisa mencontoh seperti ini, meskipun bentuk bangunannya tidak harus sama. Kalau tidak sesuai juknis, ruangan bisa pengap, panas, tidak nyaman, bahkan menyulitkan pekerja. Karena itu fasilitas harus diperhatikan dengan baik, apalagi negara sudah memberikan dukungan anggaran operasional,” kata Kuswanto.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar seluruh mitra pelaksana menjaga komitmen dan integritas dalam menjalankan program, terutama terkait kualitas gizi dan porsi makanan yang diberikan kepada anak-anak.
“Jangan sampai kualitas maupun porsinya dikurangi. Negara sudah memberikan bantuan kepada mitra agar program ini dijalankan secara maksimal dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kuswanto juga menekankan pentingnya membangun sinergi antarpihak dalam operasional program makan bergizi gratis. Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi yang harmonis antara mitra, pengelola dapur, dan SPPG.
“Semua pihak harus bisa duduk bersama dan memiliki semangat yang sama. Tanpa kebersamaan, dapur tidak akan berjalan optimal,” tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, ia menilai operasional Dapur SPPG 008 telah berjalan sesuai standar prosedur operasional (SOP) dan protokol kebersihan yang berlaku.
Menutup kunjungannya, Kuswanto berharap pihak pengelola dapat terus mempertahankan kedisiplinan serta konsistensi dalam menjalankan SOP agar tujuan besar program makan bergizi gratis benar-benar memberikan dampak nyata bagi generasi muda Indonesia.
“Harapannya, kedisiplinan dan standar pelayanan terus dijaga. Anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, tumbuh sehat dan cerdas, sehingga cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” pungkasnya.
(Jar)