
Bahrinews.id | SUKOHARJO – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, situasi keamanan di wilayah Sukoharjo mulai mendapat sorotan. Dugaan aksi intimidasi terhadap warga mencuat dalam kegiatan Safari Kamtibmas yang digelar Polres Sukoharjo di pendopo Kecamatan Nguter, Rabu (22/4/2026).
Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan serta menindak tegas segala bentuk gangguan ketertiban masyarakat, khususnya yang berpotensi memicu konflik menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
“Kalau ada intimidasi atau gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui Call Center 110. Anggota kami akan langsung menindaklanjuti di lapangan,” tegas Kapolres.
Dugaan intimidasi tersebut diungkapkan Kepala Desa Kepuh, Marimo, saat sesi dialog bersama jajaran kepolisian. Ia menyampaikan adanya laporan warga yang didatangi oleh orang tak dikenal dengan mengenakan cadar, yang kemudian melontarkan ucapan bernada tekanan.
“Memang baru sebatas ucapan, belum ada tindakan kriminal, tapi ini perlu diantisipasi agar tidak berkembang,” ujar Marimo.
Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat jika tidak segera ditangani secara serius. Terlebih, Pilkades serentak di Kecamatan Nguter akan digelar di 15 desa, dengan delapan petahana dikabarkan kembali mencalonkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres memastikan pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah rawan serta memperkuat koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan yang mengganggu ketertiban umum dapat berujung pada sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ingin semua tahapan pilkades berjalan aman dan damai. Siapapun yang terpilih nanti harus didukung bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakapolres Sukoharjo, Pariastutik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah serta mengedepankan kedewasaan dalam berpolitik di tingkat desa.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa. Yang penting tetap menjaga persatuan dan keamanan lingkungan,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Nguter, Sukatman, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Meski demikian, ia mengakui potensi kerawanan menjelang pilkades tetap harus diantisipasi sejak dini.
“Rencana 2026 ini akan dilaksanakan pilkades di 150 desa. Kami berharap komunikasi semakin kuat dan setiap persoalan bisa segera dicarikan solusi,” pungkasnya.
Reporter: Armila Gwi
Editor: Zulkarnain Idrrus
