CILEGON —bahrinews.id- Festival Singa Jawara, ajang yang memadukan seni bela diri silat dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, digelar di Kota Cilegon pada bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus upaya melestarikan budaya silat dan debus khas Banten, Acara bertempat di halaman Ramayana Cilegon pada hari Rabu 11 Maret 2026.
Ketua Pelaksana kegiatan, Hundusin, mengatakan Festival Singa Jawara merupakan program yang diprakarsai oleh Forum Lintas Manunggal Jaga Pusaka Banten Indonesia yang dipimpin oleh Jainal Harib.
Menurutnya, rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak awal Ramadan melalui program Hatam Kubro, yakni kegiatan mengaji Al-Qur’an yang dilakukan oleh anggota perguruan silat selama satu bulan penuh.
“Hatam Kubro adalah kegiatan mengaji seluruh anggota perguruan, terutama anak-anak, selama bulan Ramadan. Kegiatan dilakukan di masing-masing padepokan dan kemudian dikirimkan dalam bentuk video ke forum,” ujar Hundusin.
Ia menjelaskan, puncak kegiatan sementara digelar melalui Festival Singa Jawara yang memperlombakan kemampuan silat sekaligus membaca Al-Qur’an.
Dalam festival tersebut tercatat 29 perguruan silat dari wilayah Cilegon dan sekitarnya ikut berpartisipasi dengan 38 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Untuk kategori sekolah dasar, peserta diminta membaca Surat Al-Fatihah sebelum menampilkan jurus silat. Sementara untuk tingkat SMP dan SMA, peserta membaca Surat Al-Baqarah ayat 1–7 sebelum memperagakan gerakan silat.
“Jadi konsepnya memadukan silat dan ngaji. Ini menjadi ciri khas pendekar Banten, tidak hanya kuat dalam bela diri tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan,” kata Hundusin.
Selain perlombaan, panitia juga menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim yang berasal dari keluarga anggota perguruan silat yang tergabung dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan akan ditutup pada 28 Ramadan, dua hari menjelang Idul Fitri.
Pada malam penutupan nanti, panitia akan memberikan penghargaan kepada peserta yang mengikuti program Hatam Kubro selama satu bulan, serta menyalurkan santunan kepada guru ngaji, guru silat padepokan, dan sekitar 100 kaum dhuafa.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya melestarikan seni budaya silat dan debus Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Saiful Bahri Ketua DPD Yayasan Forum Lintas Kota Cilegon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang rutin digelar setiap bulan Ramadan.
“Alhamdulillah kegiatan ini diikuti oleh 29 perguruan di Banten dan sudah berjalan sekitar 10 tahun. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk perguruan silat dan generasi muda,” katanya.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki nilai keagamaan yang kuat.
“Di sini kita mendidik generasi muda bukan hanya belajar silat untuk bela diri, tetapi juga belajar mengaji. Itu yang menjadi kelebihan seorang pesilat,” ujarnya.
Ketua DPD Forum Lintas Manunggal Jaga Pusaka Kabupaten Serang, Rahmat Hakim, menambahkan kegiatan Singa Jawara juga dirangkaikan dengan santunan sosial kepada masyarakat.
“Selain lomba silat dan ngaji, kami juga memberikan santunan kepada sekitar 50 anak yatim serta bantuan sembako. Nantinya pada puncak acara juga akan ada santunan untuk guru-guru ngaji dan guru silat,” kata Rahmat.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan sosial bagi para peserta, khususnya anak-anak perguruan silat.
“Anak-anak tidak hanya diajarkan silat dan mengaji, tetapi juga diajarkan untuk peduli dan berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, kegiatan Singa Jawara terbuka untuk berbagai aliran perguruan silat di Banten.
“Semua aliran silat bisa bergabung. Tidak hanya satu aliran seperti Cimande atau yang lain. Kita rangkul semuanya untuk bersama-sama menjaga budaya silat Banten,” katanya.
Menurut Rahmat, kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah dan para donatur, sehingga dapat terus berjalan setiap tahun.
“Insya Allah kegiatan Singa Jawara ini tidak pernah libur dan selalu dilaksanakan setiap tahun,” pungkasnya.
Muthia Fenny/Val