413 Warga Asemraja Tersenyum, Bansos Bulog Digelontorkan Tanpa Celah – Amir Mahdi Tegas: Jangan Ada yang Bermain!

Redaksi Media Bahri
0

SAMPANG – Bahrinews.id | Di tengah maraknya sorotan publik terhadap carut-marut penyaluran bantuan sosial di berbagai daerah, Desa Asemraja, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang justru tampil kontras. Sebanyak 413 warga menerima bansos pangan dari Perum Bulog secara utuh, tanpa potongan dan tanpa “permainan”, Sabtu (28/3/2026).


Bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng itu disalurkan langsung di Balai Desa dengan pengawasan ketat. Tidak ada ruang bagi oknum untuk menyusup. Setiap penerima diverifikasi, setiap paket disalurkan sesuai data.


Pj Kepala Desa Asemraja, Amir Mahdi, tidak sekadar hadir secara simbolis. Ia turun langsung memastikan distribusi berjalan bersih dan transparan—sebuah langkah yang jarang terlihat di banyak tempat yang justru kerap diselimuti isu penyimpangan bansos.


“Ini hak masyarakat. Tidak boleh ada potongan, tidak boleh ada titipan. Kalau ada yang coba bermain, kami tindak,” tegasnya dengan nada keras.


Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Praktik pemangkasan bantuan, data penerima yang “diatur”, hingga pungutan liar masih menjadi penyakit kronis dalam penyaluran bansos di sejumlah wilayah. Namun di Asemraja, sistem pengawasan diperketat dengan melibatkan Babinsa, perangkat desa, hingga relawan.



Hasilnya nyata. Warga pulang dengan bantuan penuh di tangan, tanpa harus bernegosiasi atau mengeluarkan biaya tambahan—sebuah kondisi yang seharusnya menjadi standar, bukan pengecualian.


Sejumlah warga mengaku lega. Di tengah harga bahan pokok yang terus menekan, bantuan tersebut menjadi penopang utama kebutuhan dapur mereka dalam beberapa waktu ke depan.


Program dari Bulog ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas pangan dan meredam dampak inflasi. Namun di lapangan, keberhasilan program sangat bergantung pada integritas aparat pelaksana.


Desa Asemraja membuktikan, bansos bisa tepat sasaran jika dijalankan dengan komitmen dan keberanian menutup celah penyimpangan. Ini sekaligus menjadi tamparan bagi daerah lain yang masih berkutat dengan persoalan klasik: bansos yang “bocor” sebelum sampai ke tangan rakyat. (Anna)


Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Hubungi Kami
Ok, Go it!