TELUKNAGA,- bahrinews.id- Beton Jalan Raya Wates, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan.
Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara (
) mempertanyakan kualitas pekerjaan setelah menemukan keretakan pada bagian jalan yang baru dikerjakan.
Sorotan semakin menguat karena keretakan tersebut terlihat ketika jalur belum digunakan secara normal oleh kendaraan.
Bagi HMTU, kondisi itu tidak boleh sekadar dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Pemerintah daerah dinilai perlu segera memastikan penyebab keretakan melalui pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan langsung ditutup atau ditambal. Cari tahu dulu penyebabnya. Apakah dari mutu beton, ketebalan konstruksi, lapisan bawah jalan, proses pengecoran, atau faktor lainnya,” kata Boy, Kordinator HMTU, Minggu (27/9/2026).
Bukan Sorotan Pertama
HMTU menyebut persoalan pada proyek Jalan Raya Wates bukan kali pertama menjadi perhatian mereka.
Sebelumnya, organisasi tersebut juga menyoroti pekerjaan pada jalur pertama, termasuk kondisi beton dan pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi.
Kini, ketika jalur berikutnya kembali menunjukkan keretakan, HMTU meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tangerang memberikan penjelasan berbasis data.
Pertanyaan publik, menurut HMTU, sederhana: apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak?
Jawabannya, kata mereka, harus melalui pemeriksaan teknis, bukan sekadar pernyataan.
Minta Jangan Berhenti di Tambal
HMTU mendesak DPUPR melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik keretakan, termasuk pengujian mutu beton dan kondisi struktur jalan apabila memang diperlukan secara teknis.
Jika hasil pemeriksaan menemukan pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, HMTU meminta perbaikan dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan standar teknis yang berlaku.
Organisasi mahasiswa itu juga meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Pasalnya, pembangunan Jalan Raya Wates menggunakan anggaran daerah yang pada akhirnya bersumber dari uang publik.
“Kalau memang sesuai spesifikasi, jelaskan kepada masyarakat. Kalau ditemukan masalah, perbaiki sesuai ketentuan. Yang penting jangan ada ruang untuk pekerjaan yang hanya terlihat baik di permukaan,” tegasnya.
Selain kualitas konstruksi, HMTU meminta pengaturan lalu lintas selama proyek berlangsung diperhatikan secara serius.
Rambu, barikade, penerangan, hingga petugas pengatur lalu lintas dinilai perlu disiapkan pada titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun risiko kecelakaan.
HMTU menegaskan, kritik tersebut bukan penolakan terhadap pembangunan.
Mereka justru meminta pembangunan Jalan Raya Wates benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat Teluknaga.
“Kami mendukung pembangunan. Tapi pembangunan harus bisa dipertanggungjawabkan. Kalau beton baru sudah menunjukkan keretakan, jangan menunggu masalah menjadi lebih besar. Periksa sekarang, jelaskan kepada publik, dan tindak lanjuti sesuai hasil pemeriksaan,”terangnya. (/Red)