CILEGON – bahrinews.id / Tangis haru, senyum kebanggaan, serta doa-doa terbaik mengiringi prosesi pelepasan siswa-siswi Kelas VI SD Negeri Kubangsari 2, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Senin (15/6/2026). Sebanyak 54 siswa Angkatan 2025/2026 resmi menuntaskan perjalanan enam tahun pendidikan dasar mereka dalam sebuah acara perpisahan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Mengusung tema “Merangkai Prestasi, Menggapai Cita-Cita, Menjadi Generasi Hebat dan Berkarakter”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pelepasan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang para siswa dalam menimba ilmu, membangun karakter, dan merajut mimpi untuk masa depan.
Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi orang tua, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah, serta para undangan yang turut menjadi saksi lahirnya generasi penerus bangsa dari lingkungan pendidikan dasar tersebut. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa begitu kuat, menyatukan guru, murid, dan wali murid dalam satu ikatan emosional yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Berbagai penampilan seni yang dipersembahkan siswa turut mewarnai acara. Mulai dari tari tradisional khas Banten, pembacaan puisi perpisahan, hingga paduan suara yang membawakan lagu Terima Kasih Guruku, sukses menghadirkan suasana yang menggetarkan hati. Tak sedikit guru maupun orang tua yang tampak menahan air mata saat menyaksikan penampilan tersebut.
Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Acara pelepasan dihadiri Camat Ciwandan, Lurah Kubangsari, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cilegon, pengawas sekolah, Ketua RT/RW, Komite Sekolah, dewan guru, wali murid, serta sejumlah alumni.
Kepala SDN Kubangsari 2, Saefulloh, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berjalan lancar berkat dukungan dan kebersamaan seluruh pihak, khususnya para orang tua siswa.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Sekolah hanya memfasilitasi, sementara kegiatan ini lahir dari semangat dan keinginan para orang tua serta siswa. Dukungan yang luar biasa dari wali murid menjadi kunci keberhasilan acara ini," ujarnya.
Menurut Saefulloh, kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama demi menciptakan generasi yang berkualitas.
"Kehadiran Camat, Lurah, tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan menjadi penghargaan bagi kami. Ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Semoga SDN Kubangsari 2 terus berkembang dan mampu mencetak generasi yang unggul di masa mendatang," katanya.
Kelulusan Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan
Dalam sambutannya, Camat Ciwandan memberikan motivasi kepada para lulusan untuk terus belajar dan menjaga nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan selama berada di bangku sekolah dasar.
Ia menegaskan bahwa masa depan daerah dan bangsa berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat belajar, integritas, serta akhlak yang baik.
"Kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang awal menuju masa depan yang lebih luas. Teruslah belajar, berprestasi, dan tetap menjaga akhlak serta budi pekerti di mana pun kalian berada. Jangan pernah takut bermimpi besar karena cita-cita hanya dapat diraih oleh mereka yang mau berjuang," pesannya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para siswa dan orang tua yang hadir.
Pentas Seni yang Menguras Emosi
Momen paling mengharukan terjadi ketika para siswa menampilkan puisi bertajuk “6 Tahun Bersama” yang menggambarkan perjalanan mereka sejak pertama kali mengenakan seragam merah putih hingga akhirnya harus berpisah dengan guru dan teman-teman seperjuangan.
Lagu Terima Kasih Guruku yang mengalun di penghujung pentas seni seakan menjadi ungkapan tulus atas jasa para pendidik yang selama enam tahun membimbing mereka dengan kesabaran dan kasih sayang.
Mewakili wali murid, Ketua Komite Sekolah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru SDN Kubangsari 2 yang telah mendidik anak-anak dengan penuh dedikasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing anak-anak kami selama enam tahun. Kesabaran, ketulusan, dan pengorbanan para guru akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka," ungkapnya.
Pesan Tegas Kepala Sekolah: Jangan Ada yang Putus Sekolah
Di tengah suasana penuh kebahagiaan, Saefulloh menyampaikan pesan yang menjadi harapan terbesar bagi seluruh lulusan. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus terus berlanjut dan tidak boleh terhenti setelah menyelesaikan jenjang sekolah dasar.
"Harapan saya sangat jelas, jangan sampai ada satu pun siswa yang putus sekolah. Saya ingin seluruh lulusan SDN Kubangsari 2 melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih prestasi yang lebih baik lagi. Pendidikan adalah bekal masa depan yang harus terus diperjuangkan," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari kelulusan, tetapi juga dari keberlanjutan proses belajar hingga para siswa mampu menggapai cita-cita yang diimpikan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, penyerahan kenang-kenangan kepada para guru, serta sesi foto bersama Angkatan 2025/2026. Dalam suasana penuh kehangatan, para wali murid turut menyajikan hidangan sederhana sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan dasar.
Di balik air mata perpisahan yang mengalir siang itu, tersimpan harapan besar agar 54 lulusan SDN Kubangsari 2 tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
(Jie)
