
Tangerang Selatan | Bahrinews.id - Pengukuhan Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Kota Tangerang Selatan periode 2025–2028 menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi kepemudaan di tingkat akar rumput. Namun di balik kemeriahan seremoni, publik menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru tidak terjebak dalam rutinitas kegiatan seremonial yang minim manfaat bagi pemuda.
Mengusung tema "Akselerasi Potensi Pemuda: Menguatkan Infrastruktur, Membangun Ruang Kolaborasi Berkelanjutan", KNPI Kota Tangerang Selatan berupaya menunjukkan keseriusannya dalam membangun organisasi yang kuat dan mampu menjawab tantangan zaman. Tema tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kepemudaan hari ini membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar slogan di atas podium.
Acara pengukuhan dihadiri Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Selatan Sopian Hadi Permana, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid, Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan Marhadi, Ketua KONI Kota Tangerang Selatan Mahludin, serta Sekretaris Dinas Kearsipan Kota Tangerang Selatan Tommy Patria.
Dalam sambutannya, pengurus KNPI menegaskan bahwa pemuda merupakan agen perubahan yang harus didukung oleh infrastruktur organisasi yang kuat serta ruang kolaborasi yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut mendapat respons positif, namun sekaligus menjadi tantangan besar yang harus dibuktikan melalui kerja nyata di lapangan.
Bahrinews.id menilai, selama ini tidak sedikit organisasi kepemudaan yang aktif saat pelantikan dan pengukuhan, namun perlahan kehilangan gaung ketika dihadapkan pada persoalan nyata yang dihadapi generasi muda. Tingginya angka pengangguran usia produktif, rendahnya akses pelatihan keterampilan, hingga minimnya ruang kreatif masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, kepengurusan KNPI tingkat kecamatan yang baru dikukuhkan harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengidentifikasi persoalan pemuda di wilayah masing-masing. Jangan sampai jabatan organisasi hanya menjadi simbol status sosial tanpa melahirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Keberadaan Ketua DPRD, unsur pemerintah daerah, Kadin, dan KONI dalam kegiatan tersebut seharusnya menjadi pintu masuk bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret. Pemuda membutuhkan akses terhadap pelatihan kerja, pengembangan usaha, pembinaan olahraga, literasi digital, hingga pendampingan kewirausahaan yang berkelanjutan.
Pengukuhan ini juga menjadi ujian bagi KNPI Kota Tangerang Selatan untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan masih relevan di tengah perubahan zaman. Jika mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan generasi muda, KNPI akan menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia. Sebaliknya, jika hanya berkutat pada agenda formalitas organisasi, kepercayaan publik akan semakin terkikis.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata para pengurus yang baru dikukuhkan. Sebab ukuran keberhasilan bukan terletak pada megahnya panggung pengukuhan, melainkan pada lahirnya pemuda-pemuda yang produktif, mandiri, berdaya saing, serta mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan sosial di Kota Tangerang Selatan.
Reporter : Ami
Editor : Zulkarnain Idrus

